Kiat Menghadapi Kondisi Terburuk Saat Trading

Fokus pada trading merupakan sebagai kunci utama dalam mencapai keberhasilan. Namun, fokus tersebut bukan berarti harus selalu berada di depan layar komputer dengan memperhatikan chart saja. Ada baiknya Anda juga memperhatikan poin-poin di bawah ini:

  1. Jangan Panik

Hal-hal di atas memang menjadi gambaran bagi Anda jika melakukan kelalaian. Bisa dikatakan, salah satu yang menyebabkan seorang trader merugi adalah munculnya rasa panik dan kemudian timbul rasa takut dalam diri. Panik merupakan musuh terbesar yang dialami oleh semua trader.

Cara yang paling aman untuk mengatasinya adalah mencoba bersikap tenang. Latihlah diri Anda untuk tenang dalam segala hal dan tidak mudah terpengaruh oleh keadaan tak menentu.

Sebagai contoh, Anda pasti pernah melihat dokter dalam menangani pasiennya. Mereka selalu bersikap santai dan tenang walau menangani pasien kritis sekalipun. Sikap santai dan tenang dokter tersebut adalah bentuk kesadarannya, karena bila dia ikut panik, maka pasien akan tambah takut.

Begitu juga dengan trading. Bila sudah panik melihat harga berlawanan dengan open position, biasanya akan timbul ketakutan dalam diri Anda. Akibatnya, pikiran Anda tidak bisa menganalisis market secara logis. Tanpa sadar, Anda akan memancing lebih banyak kekalahan dan semakin terjebak dalam trading di keadaan buruk.

  1. Menentukan Cut Loss

Dalam dunia trading, loss adalah nyata adanya, sedangkan profit baru didapat setelah Anda mengalami kerugian. Disadari atau tidak, profit yang Anda dapatkan diawali dari floating karena adanya spread atau komisi.

Oleh karena itu, jangan pernah takut saat Anda terkena floating. Namun, awasi juga jika Anda floating terlalu lama, karena dapat menyebabkan Equity semakin berkurang. Maka langkah yang paling jitu ketika menghadapi trading di keadaan buruk seperti ini adalah dengan melakukan cut loss.

Anggap saja loss merupakan biaya trading Anda; biaya operasional yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan profit. Loss kadang kala tidak bisa dihindari dan dikendalikan. Namun penting untuk diingat, jangan lakukan cut loss ketika Anda sedang panik, terutama saat trading di keadaan buruk.

Lakukanlah ketika kondisi market telah memberikan sinyal bahwa cut loss memang perlu dilakukan. Jika Anda membiarkan rasa panik mengendalikan dan menguasai perasaan Anda dalam bertrading, maka hal itu akan menjadi bencana.

Kemudian poin yang juga perlu diperhatikan saat hendak melakukan cut loss ialah, apabila masih ragu cut loss ketika trading di keadaan buruk, Anda dapat menerapkan Stop Loss otomatis agar posisi dapat tertutup saat mencapai kerugian tertentu. Setelah cut loss Anda jadikan sebagai pedoman, langkah berikut yang harus Anda pertimbangkan adalah menggunakan Money Management (MM) sebagai patokan.

  1. Memperhatikan Money Management

Salah satu faktor yang membuat kerugian trading semakin tak terkendali ialah kurangnya Money Management. Kebanyakan trader justru sering mengabaikan komponen ini, terutama saat trading di keadaan buruk. Pemilihan penggunaan indikator, analisis, dan strategi justru tak akan berarti apabila Anda tak menyadari betapa pentingnya Money Management.

Ketidakpekaan dalam mengatur Money Management dapat menyebabkan kian besar. Padahal secara umum, menerapkan Money Management bertujuan untuk meningkatkan profit dan meminimalisir terjadinya kerugian.

Dengan demikian, jelaslah bahwa agar Anda dapat terhindar dari trading di keadaan buruk, maka Money Management perlu diterapkan.  Jadikan Money Management sebagai inti dari aktivitas trading. Hal itu karena menerapkan Money Management berarti Anda telah mengamankan pengaturan dana trading Anda dari rasa takut dan perasaan panik yang menghantui Anda saat trading di keadaan buruk.

  1. Menjauhi Overtrading

Overtrading yaitu membuka posisi trading baru dengan harapan memperoleh profit yang lebih dari sebelumnya, tanpa dasar analisa yang kuat atau bisa dibilang “aji mumpung”. Apabila tindakan itu juga didasarkan pada emosi sesaat, maka bukan keuntungan yang akan diperoleh, melainkan kerugian demi kerugian.

Kegagalan saat melakukan Overtrading juga dapat berpengaruh pada kondisi psikis trader. Bukannya bisa mendapat keuntungan yang diinginkan, Overtrading justru akan semakin membuat kondisi mental semakin tertekan karena sering mendatangkan kegagalan. Pada akhirnya,  trader akan menjadi pesimis dan tidak mau melakukan trading kembali.

  1. Jangan Berhenti Belajar

Poin terakhir ini juga menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika trading di keadaan buruk. Pada dasarnya, belajar trading menjadi kunci yang akan membawa Anda pada kemajuan-kemajuan secara bertahap.

Kenapa demikian? Dengan konsisten belajar, Anda akan terus-menerus melakukan evaluasi dan melihat kondisi apa yang mengakibatkan Anda mengalami kegagalan dalam trading, agar ke depan bisa menghindari kerugian akibat kesalahan-kesalahan yang sama. Di saat trading berikutnya, Anda sudah paham dan bisa menentukan sikap saat mengalami trading di keadaan buruk.

 

Informasi mengenai dunia trading silahkan Follow kami:
belajartrading.net
Youtube & Instragram @nodiewakgenk

Modul belajar GRATIS silahkan klik

BelajarTrading.net adalah platform belajar trading binary option dengan harga yang terjangkau dan bergaransi seumur hidup. Cukup sekali bayar, kamu dapat menikmati semua fasilitas dan konsultasi gratis seumur hidup! Tidak hanya itu, disini kamu juga akan bergabung dengan trader lainnya di seluruh Indonesia dalam sebuah grup chat untuk sharing dan berdiskusi. Raih profitmu bersama BelajarTrading.net!

Kantor

Medan, Sumatera Utara

Senin – Jumat | 9:00 – 17:00

Copyright BelajarTrading.net | Web Developed by JasaPromosi.id